Thursday, 12 May 2011

Memotong Pembicaraan Istri Bos, Karyawan SPBU Dipecat

Abdul Fitri
SINGKAWANG. Hanya gara-gara memotong pembicaraan istri bos-nya, karyawan Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU) 64.791.04 di Jalan A Yani Kota Singkawang, Abdul Fitri dipecat. Parahnya lagi, hak-haknya tidak dipenuhi.

"Alasan pemecatan saya tidak jelas seperti itu. Kemudian setelah dipecat, hak-hak saya tidak diberikan, seperti Surat PHK (Pemberhentian Hubungan Kerja, red) dan lainnya," kata Abdul Fitri ditemui wartawan di kediamannya, Rabu (11/5).

Abdul yang bekerja sebagai pengisi bensin di SPBU milik Edy Sudiono mengungkapkan, pemecatan itu dilakukan pada 2 Maret 2011. "Alasannya, karena saya memotong omongan istri bos saya," ujarnya.

Pria yang telah bekerja sejak 23 Desember 1996 di SPBU A Yani Singkawang tersebut menceritakan, waktu itu istri bosnya, Dariah atau biasa disapa Kak Lin berbicara dengan teman kerjanya agar menghentikan pengisian karena kendaraan sudah sampai ke jalan. Tetapi temannya, tidak menggubris dan tetap mengisi bensin.

Karena temannya tidak menghiraukan omongan istri bosnya itu, Abdul pun mengatakan, memang kendaraan itu dari kemarin sudah sampai di jalan. Mendengan jawabannya itu ternyata ibu yang biasa disapanya Kak Lin itu malah marah besar dan mengeluarkan kata-kata kasar yang tidak patut diucapkan. "Sudah lama saya tunggu kamu ini, kamu berhenti saja," kata Abdul menirukan ucapan istri bosnya itu.

Setelah beberapa hari dan mendapatkan saran dari temannya, Abdul pun kembali menemui bosnya untuk meminta surat pemberhentian atau surat PHK, dengan harapan besertanya juga melekat hak bagi karyawan yang dipecat.

"Tetapi bos malah tidak mau mengeluarkan surat itu, dengan alasan ketika mendaftar saya hanya menggunakan KTP tanpa surat lamaran. Padahal ketika itu semua karyawan juga diterima hanya menggunakan KTP tidak ada surat lamaran" papar Abdul.

Kendati telah mengabdi belasan tahun, dari gaji Rp 70 ribu hingga Rp 850 ribu per bulan sebagai karyawan SPBU, Abdul dipecat secara sepihak tanpa disertai hak-haknya. "Saya dibilang masuk hanya begitu, keluarnya juga hanya begitu," sesal Abdul.

Karena ulah mantan bosnya itu, Abdul pun mengadu ke Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Singkawang. Tetapi, dia malah mendapat penjelasan kalau secara pribadi tidak terdata, karena pemilik SPBU tersebut hanya menyampaikan jumlah karyawannya.

Terkait dengan hak-hak setelah di pecat tersebut seperti pesangon, jasa masa kerja dan lainnya, kata Abdul, menurut Disnaker Kota Singkawnag harus ada Surat PHK. "Disnaker bilang kalau saya menuntut hak-hak saya harus ada surat PHK," jelasnya.

Selanjutnya pada 3 Mei 2011, Disnaker Kota Singkawang bersedia memediasi Abdul dengan Pemilik SPBU untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Tetapi hasilnya sangat merugikan bagi Abdul. Sehingga tidak ditemui kesepakatan, karena pemilik SPBU bersikukuh enggan mengeluarkan surat PHK hingga kini.

Mendapat informasi dari Abdul tersebut, beberapa wartawan berupaya mengkonfirmasikannya ke Edy Sudiono sekitar pukul 11.30 ke SPBU di Jalan A Yani Singkawang. Tetapi, setelah ditunggu hingga pukul 12.00, yang bersangkutan tidak datang ke kantornya itu.

Menurut keterangan salah seorang karyawan di SPBU tersebut, dia tidak mengetahui bosnya datang jam berapa. Tetapi saat diminta nomor kontak, karyawan tersebut mengaku tidak mengetahui nomor kontak atasannya itu.

Beberapa wartawan dari media massa cetak di Kota Singkawang juga ke Disnaker Kota Singkawang untuk mendapatkan penjelasan dari permasalahan pemecatan sepihak tanpa disertai hak-hak tersebut. Tetapi Kepala Disnaker tidak di tempat.

Menurut keterangan Kepala Seksi (Kasi) Pengawas Ketenagakerjaan, Disnakertrans Kota Singkawang, Munjir yang ditemui wartawan. Sebenarnya hal tersebut merupakan permasalahan keluarga. "Kita mengharapkan permasalahan itu juga diselesaikan secara kekeluargaan, kita sudah melakukan mediasi," katanya.

Dari pengakuannya, Disnaker tidak bisa berbuat banyak untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, karena Abdul tidak mempunyai kartu kuning sebelum masuk menjadi karyawan SPBU.

Tetapi, kata Munjir, untuk lebih jelas permasalahan silakan tanya ke Kepala Disnaker, tetapi yang bersangkutan sedang tidak di tempat. "Kita mengharapkan persoalan ini tidak sampai ke persidangan," katanya.

Sementara, menurut Hasan Akbar yang menjadi pendamping Abdul Fitri, kemungkinan besar permasalahan tersebut akan sampai ke persidangan, karena pengusaha SPBU telah banyak melanggar UU 13/2003 tentang Ketenagakerjaan.

Misalnya terhadap pasal 156 UU 13/2003 yang dimewajibkan perusahaan memberikan uang pesangon, jasa masa kerja dan lainnya. "Abdul Fitri telah bekerja belasan tahun, berarti berhak mendapatkan semua hak-haknya sesuai UU ketenakerjaan itu," kata Akbar.

Menurut Akbar, pengusaha SPBU tersebut sangat jelas melanggar Pasal 151 ayat (1) (2), pasal 152, 153 UU 13/2003 terkait alasan PHK terhadap orang yang dipekerjakannya.

"Kita sangat menyayangkan Dinasker terkesan pasif terkait persoalan pemecatan sepihak ini, padahal pengusaha SPBU yang bersangkutan jelas-jelas banyak melanggar UU ketenagakerjaan," sesal Akbar.

Seyogianya, kata Akbar, Disnaker itu lebih bersifat aktif, jemput bola, bukan hanya bergerak begitu ada pengaduan. "Disnaker hendaknya juga mensosialisasikan hak-hak pekerja," tegasnya. (*)

GOW Singkawang Usung Program Bersifat Edukasi dan Motivasi

SINGKAWANG. Guna meningkatkan perannya di tengah masyarakat, Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Singkawang menyusun dan melaksanakan program yang bersifat mendidik (edukasi) dan dorongan (motivasi) untuk meningkatkan kualitas sumberdaya manusia.

"Kita mencoba semaksimal mungkin menyusun program kerja dan kegiatan yang bisa menyentuh langsung masyarakat," kata Ny Hj Sulha Edy RYacoub, Ketua GOW Kota Singkawang ditemui usai Peringatan HUT GOW Kota Singkawang ke-8 di Aula Hotel Sentosa Singkawang, Selasa (10/5).

Sulha menjelaskan, program-program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat tersebut lebih bersifat edukasi dan motivasi, agar mampu meningkatkan kualitas sumberdaya manusia di Kota Singkawang.

Program kegiatan GOW yang bersifat edukasi di antaranya angjangsana (kunjungan) ke rumah sakit dan menemui kaum dhuafa. Melalui kegiatan ini, diharapkan akan tumbuh empati terhadap orang-orang yang lemah dan sakit serta orang yang kurang mampu.

Kegiatan yang bersifat edukasi lainnya yang dilaksanakan GOW Kota Singkawang, yakni seminar kepribadian. Dalam seminar tersebut diharapkan akan tumbuh pribadi yang mampu dan siap berkiprah dalam pembangunan di berbagai bidang.

Sulha mengatakan, seperti yang disampaikan salah seorang dalam narsumber dalam seminar kepribadian tersebut, Hj Enny Herawaty Syafei Jamil, bahwa manusia merupakan makhlluk yang mempunyai banyak potensi. Tetapi potensi-potensi baru akan menjadi nyata bila distimulus dan diaktifkan. Maka salah satu kewajiban manusia itu mengembangkan diri (self realization).

Sedangkan untuk program-program GOW Kota Singkawang yang bersifat motivasi, di antaranya melalui berbagai perlombaan, misalnya lomba senam sehat antarmasyarakat dan antarsanggar. Dengan kegiatan ini diharapkan masyarakat menjadi terdorong untuk melaksanakan pola hidup sehat.

Sulha mengungkapkan, terkait dengan upaya untuk mendorong masyarakat hidup sehat ini, GOW Kota Singkawang juga bekerjasama dengan PT Askes menyelenggarakan senam massal secara rutin setiap Minggu pukul 06.00 di Mess Daerah dan terdapat pula bagi-bagi doorprize.

"Dengan program ini diharapkan bisa meningkatkan kesehatan masyarakat dan secara tidak langsung memberikan kontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat," jelas Sulha.

Apabila badan dalam kondisi sehat, jelas Sulha, maka seseorang akan bisa berpikir dengan jernih dan dapat beraktivitas atau berusaha secara lebih optimal. "Sehingga bisa memberikan dampak dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat," terangnya.

Kegiatan GOW Kota Singkawang lainnya yang bersifat memotivasi itu seperti lomba mewarnai dan lomba nasi tumpeng. Melalui lomba ini, akan memunculkan kreativitas dalam kehidupan sehari-hari. Demi upaya perbaikan taraf hidup ke arah yang lebih baik. (*)

GOW Harus Berbuat Lebih Banyak Bagi Masyarakat

SINGKAWANG. Di usianya yang ke-8, Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Singkawang diharapkan berbuat lebih banyak bagi masyarakat, melalui peningkatan perannya di semua sektor pembangunan.

"Ini kesempatan bagi keluarga besar GOW untuk menata langkah, memperkuat semangat dan mensinergiskan potensi untuk berbuat lebih banyak di tengah masyarakat," kata Ny Sulha Edy R Yacoub, Ketua GOW Kota Singkawang ketika Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) GOW Kota Singkawang di Aula Hotel Sentosa Singkawang, Selasa (10/5).

Menata langkah tentunya berupa perencanaan berbagai program dengan matang. Agar program tersebut dapat dilaksanakan dengan baik. Sehingga hasilnya sangat bermanfaatkan bagi masyarakat.

Untuk melaksanakan hal tersebut, tentunya dibutuhkan suatu semangat yang didorong keinginan untuk menjadikan masyarakat lebih baik ke depannya. Karena tanpa adanya semangat, berbagai program yang telah direncanakan akan sulit dilaksanakan dengan baik.

Tidak kalah penting, GOW juga dituntut untuk mensinergiskan potensi yang ada, misalnya anggota yang tergabung di dalamnya, dinas atau instansi terkait dan seluruh elemen masyarakat. "Kita perlu bersinergi dengan dinas atau instansi terkait maupun seluruh elemen masyarakat," kata Sulha.

Menurut Sulha, berbagai upaya tersebut memang perlu ditempuh, mengingat keterlibatan dan peran GOW Kota Singkawang dalam berbagai bidang pembangunan masih perlu ditingkatkan. Di antaranya, di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial budaya, hukum dan bidang pembangunan lainnya.

"Saya mengharapkan ke depannya, GOW Kota Singkawang dapat melakukan langkah-langkah yang dianggap perlu untuk meningkatkan peran serta perempuan di berbagai aspek pembangunan," kata Sulha.

Di tempat yang sama, Walikota Singkawang, Dr Hasan Krman SH MM dalam sambutannya yang dibacakan Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah (Setda) Kota Singkawang, Hamidi Irwansyah SSos mengatakan, sejak berdiri, kontribusi GOW Kota Singkawang sudah dapat dirasakan masyarakat.

"Terimakasih atas segala kontribusinya. Kita selalu berdoa agar program dan kegiatan GOW dapat diimplementasikan dengan sukses. Untuk itu perlu dukungan dari semua SKPD dan pihak terkait," kata Hamidi.

Melalui GOW ini, Hamidi juga mengharapkan target Millenium Development Goal's (MDG's) 2015 dapat tercapai. "Karena peran wanita begitu besar dalam memberantas kemiskinan dan kelaparan, mewujudkan pendidikan dasar yang merata dan universal, memajukan kesetaraan gender, mengurangi tingkat mortalitas anak, memperbaiki kualitas kesehatan ibu hamil, memerangi HIV/AIDS, malaria, dan penyakit lain," paparnya. (*)

Tingkatkan Kualitas Industri dengan Shindan Shi

Sosialisasi Shindan Shi
SINGKAWANG. Untuk meningkatkan kualitas Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Kota Singkawang, pelaku usaha diharapkan memanfaatkan tenaga Konsultan Diagnosis UMKM (Shindan Shi).

"Shindan Shi ini bertugas mengubah usaha mikro menjadi usaha kecil dan usaha kecil menjadi usaha menengah melalui strategi-strategi perubahan, yakni dari sisi manajemen, proses produksi, pemasaran, dan keuangan," jelas Elva Edison ST MM, Badan Riset dan Standarisasi Industri Pontianak ketika menjadi narasumber dalam Sosialisasi Shindan Shi di Ruang Serba Guna Disperindakop dan UMKM Kota Singkawang, Rabu (11/5).

Dalam sosialisasi yang dihadiri para pelaku UMKM seluruh Kota Singkawang tersebut, Elva menjelaskan, adanya Shindan Shi tersebut guna menciptakan usahawan baru dan untuk meningkatkan perkembangan UMKM. "Agar menjadi efisien dan efektif dalam beroperasional, mampu meningkatkan penjualan dan berdaya saing," jelasnya.

Di tempat yang sama, Kepala Disperindagkop dan UMKM Kota Singkawang, Emy Erwanda SE mengatakan, industri di Kota Singkawang seringkali dihadapkan pada berbagai persoalan yang menyebabkannya sulit berkembang.

Olehkarenanya, tambah dia, diadakan Sosialisasi Shindan Shi, agar pelaku usaha di Kota Singkawang dapat mengatasi masalah-masalah tersebut sehingga dunia industri menjadi berkembang signifikan.

Menurut Emy, suatu industri tidak hanya dikembangkan menjadi industri yang besar. Tetapi diharapkan kualitasnya juga meningkatkan, baik melalui pemanfaatan teknologi pengelolaan maupun lainnya.

"Bahan baku dan sumberdaya manusia kita punya. Tetapi bagaimana kita me-manaj-nya (mengelola) sehingga menjadi modern, ini menjadi kelemahan industri kita," ungkap Emy.

Dia mengakui, dari segi jumlah, pertumbuhan UMKM di Kota Singkawang terus meningkat. Tetapi kualitasnya masih rendah. "Olehkarenanya pelaku usaha yang mengikuti sosialisasi Shindan Shi nantinya menjadi embrio untuk meningkatkan kualitas industri di Kota Singkawang," kata Emy. (*)

Taiwan Bidik UMKM Kota Singkawang

Walikota Hasan Karman (kanan)
SINGKAWANG. Rombongan dari Taiwan Economic and Trade Office (TETO) atau Kantor Ekonomi dan Perdagangan Taiwan bertandang langsung ke Kota Singkawang. Kedatangannya untuk mengetahui secara langsung potensi investasi microfinance atau Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

"Semoga kunjungan ini membuat kami lebih kenal tentang Kota Singkawang. Sehingga bisa segera merealisasikan kerjasama ekonomi dan perdagangan," harap Cheng Hsin Liu, Perwakilan TETO ketika berkunjung ke Kediaman Walikota Singkawang, Selasa (10/5).

Kunjungan dari rombongan TETO tersebut diterima langsung Walikota Hasan Karman beserta beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kota Singkawang.

Dalam dialog yang memanfaatkan jasa penerjemah tersebut. Walikota Hasan Karman beserta jajarannya menyampaikan beberapa keunggulan Kota Singkawang termasuk potensi investasi dibidang UMKM di Kota Pariwisata ini.

Usai pertemuan tersebut, Walikota Hasan Karman mengajak perwakilan TETO tersebut ke Bank Kalbar untuk melihat langsung potensi microfinance serta menuju lokasi UMKM seperti Pabrik Keramik, karena produk dari pabrik tersebut menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan domestik dan mancanegara.

Walikota Hasan Karman mengatakan, sebenarnya hubungan Kota Singkawang dengan Taiwan sudah terjalin erat, terutama antara Taiwan dengan San Kou Yang (Singkawang Mandarin) melalui perkawinan campuran. "Jadi, antara San Kou Yang dengan Taiwan seperti terjalin hubungan kekeluargaan," jelasnya.

Apalagi, pada November 2010, Hasan Karman pernah berkunjung ke Taiwan untuk menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) atau Nota Kesepahaman di bidang pendidikan, pertanian, pariwisata dan budaya.

Kunjungan ke Taiwan tersebut dilakukan bersama Ketua DPRD Kota Singkawang, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Pertanian serta Ikatan Alumni Taiwan.

Menurut Hasan, hubungan yang telah terjalin erat tersebut hendaknya dapat dikembangkan atau diperluas lagi dalam bentuk kerjasama di bidang ekonomi dan perdagangan. "Demi kemajuan dan membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Singkawang," katanya.

Selain karena hubungan erat tersebut, Hasan sangat optimis akan terjalin kerjasama di bidang ekonomi dan perdagangan dengan Taiwan, karena Kota Singkawang mempunyai berbagai potensi yang dapat diandalkan. (*)

Patung Dewa Bumi Raya Dibuang ke Parit

Patung Dewa Bumi Raya
SINGKAWANG. Vihara Tri Dharma Bumi Raya di pusat Kota Singkawang dibobol maling. Patung Dewa Bumi Raya, yang merupakan arca utama hilang dan ditemukan di parit Sungai Ruten, tidak jauh dari tempat ibadah warga Tionghoa tersebut.

"Sementara Patung Dewa Kwan Gong (Ksatria) dan Fa Kong Tie (penjaga neraka) dihancurkan di tempatnya," terang Bong Kin Jung, seorang Biksu ditemui di Vihara Tri Dharma Bumi Raya, Selasa (10/5).

Peristiwa yang menggemparkan warga Tionghoa tersebut diperkirakan terjadi pada Senin (9/5) malam. Tetapi baru disadari pagi kemarin, setelah Biksu Kin Jung masuk ke Vihara Tri Dharma Bumi Raya dan melihat patung Dewa Bumi Raya tidak ada di tempatnya.

"Ketika saya masuk ke Vihara sekitar pukul 06.00, saya kaget karena arca Dewa Bumi Raya tidak ada di tempatnya, dan dua arca lainnya (yang terbuat dari porselin, red) pecah pada bagian kepala dan lehernya putus," terang Kin Jung.

Dugaan sementara, maling masuk ke Vihara berusia sekitar 200 tahun tersebut dengan membengkas teralis di bagian kanan atas. Apalagi jejak kaki pelaku sangat jelas mengarah ke teralis yang sudah menganga tersebut.

Tidak beberapa lama, kata Kin Jung, salah seorang warga bercerita telah melihat seseorang membuang sesuatu di parit, tepatnya di bawah jembatan yang lokasinya hanya beberapa meter dari Vihara yang dikenal dengan Tai Pak Kung (Toa Pekong) itu. Dia pun bergegas ke tempat yang dimaksud. "Ternyata yang dibuang itu merupakan arca Dewa Bumi Raya," kata pria kelahiran 68 tahun silam ini.

Kin Jung buru-buru mengangkat patung dewa yang ukurannya tidak terlalu besar itu. Keadaannya masih utuh, hanya rusak sedikit di beberapa bagian. Selanjutnya Dewa Bumi Raya itu dibawa kembali ke Vihara.

Di tempat yang sama, Ketua Tri Dharma Kota Singkawang, Bong Wie Hong, sangat menyayangkan kejadian pencurian dan pembuangan patung Dewa Bumi Raya tersebut. "Kejadian ini jelas menimbulkan ketersinggungan umat, mereka jelas marah, tetapi mau marah sama siapa, pelakunya tidak jelas, saksi mata tidak ada," katanya.

Kejadian ini, kata Wie Hong, tentunya akan dapat menganggu kerukunan masyarakat Kota Singkawang yang sudah lama terbina, hidup dalam damai dengan toleransi beragama yang kuat.

"Karena kejadian ini tidak ada saksi mata, kita mengimbau kepada umat agar mempercayakannya kepada pihak kepolisian untuk mengusut tuntas. Hendaknya menahan emosi dan jangan terprovokasi," harap Wie Hong.

Pencurian dan pembuangan patung Dewa Bumi Raya ini langsung ditangani pihak kepolisian. Olehkarenanya, Wie Hong mengharapkan, pihak berwenang secepatnya menuntaskan dan menangkap pelaku. "Jangan sampai, karena kejadian ini malah menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat, bisa repot," ingatnya.

Perlakuan maling terhadap patung Dewa Bumi Raya tersebut membuat warga Tionghoa terus berdatangan ke Toa Pekong untuk memberikan penghormatan dan menyembahyangi Dewa Bumi Raya.

Penghormatan terhadap patung Dewa Bumi Raya tersebut dilakukan warga Tionghoa, karena dikhawatirkan perlakuan maling tersebut akan mendatang malapelaka di belakang hari.

Pencurian dan pembuangan patung Dewa Bumi Raya ini memang kali pertama terjadi di Toa Pekong. Tetapi, terdapat beberapa kejadian sebelumnya yang juga menimbulkan ketersinggungan umat Tonghoa.

Beberapa waktu lalu, terjadi dua kali upaya pembakaran Toa Pekong namun berhasil digagalkan, satu kali perusakan tempat dupa, satu kali perusakan patung singa. Tetapi, hingga kini pelakunya tidak diketahui sama sekali.

Vihara Tri Dharma Bumi Raya yang lebih dikenal dengan Toa Pekong ini merupakan vihara tertua di Kota Singkawang, usianya sekitar 200 tahun. Tempat ibadah ini menjadi salah satu ciri khas dan cikal bakal berdirinya Kota Singkawang.

Toa Pekong ini pernah diperluas pada 1933. Tetapi karena pada 1936 terjadi kebakaran besar yang menyebabkan rusaknya bangunan tersebut maka dilakukan beberapa renovasi.

Toa Pekong ini dipercaya sebagai tempat berdiamnya Dewa Bumi Raya. Dewa ini dipercaya sebagai dewa yang menjaga Kota Singkawang. Olehkarenanya, warga sekitarnya sering mengadakan kegiatan semacam ulang tahun bagi Dewa Bumi Raya setiap tanggal 6 bulan 6 atau 6 Juni setiap tahunnya.

Vihara ini hanya mempunyai satu lantai sebagai pusat segala aktivitas keagamaan seperti sembahyang setiap hari pada waktu sore dan lainnya. Berbagai arca atau patung terdapat di dalamnya.

Salah satu perangkat upacara yang sangat penting dalam vihara tersebut, barupa patung Pak Kong, terbuat dari kayu yang didatangkan langsung dari China. Patung inilah yang dicuri dan dibuang ke parit di bawah jembatan, kemarin.

Terpisah, Kapolres Kota Singkawang, AKBP Printo mengatakan, dengan kejadian ini, masyarakat Kota Singkawang jangan terprovokasi. "Jangan mudah menyimpulkan sesuatu mengenai siapa yang melakukan perbuatan tersebut," ingatnya.

Prianto berjanji akan mengusut permasalahan tersebut hingga tuntas dan akan mencari siapa yang melakukan pencurian dan pembuangan patung Dewa Bumi Raya ke parit tersebut. "Kita juga akan menyelidiki apakah pelakunya sama dengan pelaku perusakan sebelumnya," katanya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Kementerian Agama Kota Singkawang, H Andi Dja'far Haru mengutuk keras aksi terhadap patung Dewa Bumi Raya tersebut. "Apapun yang namanya perusakan itu dilarang, baik secara agama maupun hukum positif," katanya.

Dia juga mengajak tetap berpikiran tenang dan sabar. Jangan mudah terprovokasi pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab yang memang menginginkan Kota Singkawang ini tidak aman. "Kerukunan di Kota Singkawang ini merupakan harga mati," tegas Dja'far.

Hal senada diutarakan salah seorang Anggota DPRD Kota Singkawang, Sumberanto Tjita. "Masyarakat jangan terprovokasi, kita yakin polisi mempunyai strategi khusus untuk mengungkap siapa pelaku pencurian atau perusakan tersebut," katanya. (*)

Jasa Tv Kabel Berizin di Singkawang Nihil

SINGKAWANG. Di Kota Singkawang telah beberapa kali masyarakat mengajukan permohonan izin usaha Televisi (Tv) Kabel. Tetapi tidak pernah memenuhi syarat. Olehkarena, bila masih ada yang beroperasi, penyelenggaraan Tv berlangganan tersebut ilegal.

"Beberapa masyarakat berkoordinasi dan mengajukan permohonan izin usaha Tv Kabel ke Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kota Singkawang," ungkap Istri Handayani, Kepala Bidang (Kabid) Kominfo, Dishubkominfo Kota Singkawang kepada wartawan, Senin (9/5).

Tetapi, tambah Istri, pelaku usaha tersebut tidak pernah menindaklanjuti saran dari Dishubkominfo Kota Singkawang untuk melengkapi syarat-syarat pengajuan usaha Tv berlangganan tersebut.

Dengan tidak adanya pelaku usaha yang menindaklanjuti atau memenuhi persyaratan tersebut, maka di Kota Singkawang tidak terdapat Lembaga Penyiaran Berlangganan atau Tv Kabel yang berizin.

Istri menjelaskan, untuk memperoleh izin penyelenggaraan penyiaran Lembaga Penyiaran Berlangganan, pemohon diharuskan mengajukan permohonan tertulis ke Menteri Kominfo melalui Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) dengan mengisi formulir yang disediakan.

"Persyaratan tersebut sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 52 Tahun 2005 tentang Penyelenggaraan Penyiaran Lembaga Penyiaran Berlangganan," jelas Istri.

Sementara itu, Ketua KPID Kalbar, Faisal Reza ST yang memonitoring Tv Kabel dan Koordinasi ke Dishubkominfo Kota Singkawang, kemarin menjelaskan, berdasarkan pemantauan ke beberapa daerah, usaha Tv Kabel ini semakin marak.

"Kami menemukan makin maraknya usaha jasa penyiaran Tv Kabel yang bersifat komersil dan tidak mengantongi izin sebagaimana ketentuan yang berlaku," ungkap Reza.

Sebagai langkah awal, tambah dia, untuk menghindari semakin berkembangnya jasa Tv Kabel secara ilegal ini, pihaknya akan melaksanakan penertiban-penertiban.

Penertiban jasa Tv Kabel ilegal tersebut, jelas Reza, melalui koordinasi dengan Dishubkominfo di beberapa daerah termasuk di Kota Singkawang. "Dengan kerjasama ini diharapkan dapat dilakukan inventarisir keberadaan usaha Tv Kabel yang tidak berizin," jelasnya.

Bila ditemukan pelaku usaha yang menjalankan jasa Tv Kabel ilegal tersebut, kata Reza, akan dilakukan pendekatan preventif atau pencegahan, misalnya dengan menyarankan pelaku usaha tersebut untuk memroses permohonan izin melalui KPID Kalbar.

"Apabila pendekatan tersebut tidak mendapat respon sebagaimana mestinya, kami akan menempuh kerjasama dengan aparat penegak hukum untuk melakukan penertiban sesuai dengan peraturan yang berlaku," tegas Reza. (*)

Sungai Naram Hulu Diduga Tercemar Mercury

Sungai Naram Hulu, Singkawang
SINGKAWANG. Sejak tujuh bulan silam, air Sungai Naram Hulu, Kelurahan Sungai Naram yang berbatasan dengan Kelurahan Bukit Batu keruh dan menyebabkan gatal-gatal pada kulit. Diduga tercemar mercury dari aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Pajintan.

"Biasa kulit kita gatal-gatal, tetapi mau diapakan lagi, karena tidak ada pilihan lain," kata Eli, salah seorang Warga Sungai Naram Hulu ditemui wartawan di sela kesibukannya mencuci pakaian di sungai tersebut, Senin (9/5).

Ibu rumah tangga dua anak ini mengungkapkan, air Sungai Naram Hulu merupakan satu-satunya sumber air yang digunakan sekitar 400 Kepala Keluarga (KK). "Masyarakat di sini mencuci dan mandi di sini, karena di daerah sekitar sini tidak bisa dibuat sumur bor atau kolam, karena airnya akan masam," terangnya.

Menurut Eli, air Sungai Naram Hulu menjadi keruh, berwarna cokelat dan menyebabkan gatal-gatal terutama bila tidak turun hujan, karena adanya aktivitas PETI di hulu sungai atau di sekitar daerah Pajintan. "Jaraknya cukup jauh sekitar 18 kilometer ke hulu, melewati hutan," katanya seraya menunjuk kawasan tersebut.

Dengan kondisi tersebut, warga di sekitar Sungai Naram Hulu terpaksa membeli air hujan untuk memasak. "Satu jeriken ukuran sekitar 25 ribu harganya Rp 1.000 dan hanya untuk kebutuhan satu hari per KK yang tidak ramai, kalau dalam satu KK banyak, bisa lebih dari itu," ungkap Eli.

Hal tersebut dibenarkan warga lainnya, Duriana. "Kalau musim kemarau, kondisi air semakin parah. Padahal dulunya air di sungai ini sangat jernih. Tetapi sekarang begitu berkabut (keruh, red)," ujarnya.

Menurut Ibu sembilan anak ini, kondisi tersebut diperparah lagi dengan adanya aktivitas warga yang senang meracun ikan (tuba). "Di sini banyak ikan yang besar-besar. Makanya banyak warga yang menuba'," katanya.

Melihat kondisi tersebut, kedua ibu rumah tangga ini mengharapkan Pemerintah Kota (Pemkot) memerhatikannya. Sehingga sekitar tiga minggu lalu, masyarakat di Sungai Naram Hulu tersebut pernah melayangkan surat kepada Walikota Singkawang.

Terpisah, Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Singkawang, Ir Rasiwan MM membenarkan adanya surat tersebut. "Warga memang ada mengirimkan surat ke Walikota Singkawang yang ditembuskan ke kita, mengenai kondisi air yang keruh di Sungai Naram Hulu tersebut," katanya.

Dengan adanya laporan warga tersebut, BLH Kota Singkawang langsung turun ke Sungai Naram untuk melakukan survei. "Kita sudah survei dua kali untuk melihat langsung kondisi Sungai Naram Hulu," ujar Rasiwan.

Ketika survei tersebut, Rasiwan beserta tim yang dibawanya mendengar samar-samar bunyi mesin dompeng yang biasa digunakan untuk aktivitas PETI. "Tetapi jaraknya cukup jauh ke hulu sungai, dan kita belum ke kawasan tersebut, untuk memastikannya," terangnya.

Rasiwan mengatakan, dari pengamatan kasat mata, air Sungai Naram kemungkinan sudah tercemar zat berbahaya, mercury. "Dilihat dari tingkat kekeruhan, warna dan lainnya, kemungkinan tercemar mercury," jelasnya.

Mercury (Hg) atau dikenal sebagai air raksa merupakan zat kimia yang digunakan dalam aktivitas PETI untuk memisahkan emas dengan tanah atau pasir. Limbahnya ini sangat berbahaya bagi kesehatan manusia, bila kita mengingat kasus Manismata di Jepang.

Merucury merupakan salah satu jenis logam yang banyak ditemukan di alam dan tersebar dalam batu-batuan, biji tambang, tanah, air dan udara sebagai senyawa anorganik dan organic.

Sebenarnya kadar mercury dalam tanah relatif rendah, tetapi berbagai jenis aktivitas manusia dapat meningkatkan kadarnya, misalnya melalui penambangan yang dapat menghasilkan seribu ton mercury per tahun.

Manusia yang terus menerus terpapar mercury dengan kadar 0,05 HG mg/m3 udara saja akan menunjukkan gejala nonspesifik berupa nerurastenia. Sedangkan pada kadar 0,1 hingga 0,2 mg/m3 menyebabkan tremor.

Dalam keadaan normal, mercury merupakan logam yang berbentuk cairan, berwarna abu-abu, tidak berbau dengan berat molekul 200,59. Tidak larut dalam air, alkohol, eter, eter, asam hidroklorida, hidrogen bromida dan hidrogen iodide.

Zat berbahaya ini hanya larut dalam asam sulfik panas, lipid dan asam nitrat. Tidak bisa bercampur dengan oksidator, halogen, bahan-bahan yang mudah terbakar, logam, asam, logam carbide dan amine.

Bahaya mercury ini sangat beragam, bila mercury inorganik maka akan menjadi racun pada ginjal. Sementara mercury organik seperti metil merkuri akan menjadi racun bagi sistem saraf pusat.

Mercury ini terdiri atas tiga bentuk, yakni Pertama, mercury elemental (Hg) yang terdapat dalam gelas thermometer, tensimeter air raksa, amalgam gigi, alat elektrik, batu batere dan cat. Bentuk ini paling sering menyebabkan keracunan, misalnya menyebabkan emboli paru, karena bersifat larut dalam lemak.

Bila sampai ke otak, bentuk ini akan berakumulasi di korteks cerebrum dan cerebellum dimana ia akan teroksidasi menjadi bentuk merkurik. Ion merkurik ini akan berikatan dengan sulfhidril dari protein enzim dan protein seluler. Sehingga menggangu fungsi enzim dan transport sel.

Kedua, mercury inorganik, bentuk ini sangat beracun, menyerang paru-paru dan kulit. Bila terpapar secara akut atau dengan kadar tinggi, dapat menyebabkan gagal ginjal. Bentuk ini biasanya digunakan sebagai desinfektan dan sifatnya mudah terbakar.

Ketiga, mercury organik terdiri atas etil dan metil. Bentuk ini yang sering tercemar di lingkungan, misalnya dalam tubuh ikan bila airnya terpapar mercury. Bila ikan tersebut dikonsumsi manusia akan menyebabkan gangguan neurologis dan kongenital.

Bentuk ini dapat menimbulkan degenerasi neuron di konteks cerebri dan cerebellum mengakibatkan parestesi distal, ataksia, disartria, tuli dan penyempitan lapang pandang. Metil merkuri gampang masuk plasenta dan berakumulasi dalam fetus yang mengakibatkan kematian dalam kandungan dan cerebral palsy.

Rasiwan mengatakan, terkait air Sungai Naram Hulu baru bersifat dugaan, karena belum ada kajian yang lebih mendalam untuk memastikan, apakah Sungai Naram Hulu benar-benar tercemar mercury atau tidak. "Kita sudah mengambil enam sampel dari air Sungai Naram Hulu itu," ungkap Rasiwan.

Enam sampel tersebut terdiri atas, tiga bagian dari air sungainya, sedangkan tiganya lagi dari sagimentasinya. "Kita mengambil sampai di tiga tempat di sepanjang Sungai Naram Hulu tersebut," terang Rasiwan.

Sampel yang telah diambil tersebut, kata Rasiwan, telah diserahkan ke laboratorium di Kota Pontianak untuk diketahui apa saja kandungan dalam air yang diduga tercemar mercury tersebut. "Kita sedang menunggu hasil pemeriksaan di laboratorium tersebut, biasanya tidak lama, mudah-mudahan dalam minggu-minggu kita sudah mendapatkan hasilnya," harapnya.

Dari pemeriksaan laboratorium tersebut, tambah dia, akan diketahui apakah air Sungai Naram Hulu tercemar mercury dan zat berbahaya lainnya atau tidak. "Bila dugaan pencemaran tersebut benar adanya, kita akan segera mengambil tindakan yang diperlukan," kata Rasiwan.

Tindakan tersebut, jelas Rasiwan, tentunya akan berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait. "Apapun hasilnya dari laboratorium itu tetap akan kita sampaikan ke masyarakat, bila benar terkandung zat berbahaya, kita akan mengambil beberapa tindakan dengan berkoordinasi dengan instansi terkait," ujarnya tanpa merinci.

Rasiwan angat berterima kasih sekali dengan masyarakat di Sungai Naram Hulu yang bersedia melaporkan pencemaran lingkungan tersebut. "Ini menandakan kalau masyarakat sangat peduli akan lingkungan. Kita pasti akan menindaklanjuti laporan tersebut," janjinya. (*)

BTC

Doge

LTC

BCH

DASH

Tokens

SAMPAI JUMPA LAGI

SEMOGA ANDA MEMPEROLEH SESUATU YANG BERGUNA